Sabtu, 14 November 2009

Ayam Panggang Madu

Bahan :
350 gram ayam, dipotong menjadi dua bagian
1 sendok makan kecap manis
1 siung bawang putih dihaluskan
1 cm jahe dihaluskan
1/2 sendok teh cabai bubuk
1 sendok teh madu

Cara membuat :
Campur ayam, dengan sebagian bumbu : kecap, bawang putih, jahe, cabe dan madu. Aduk dan diamkan sebentar agar meresap.
Masak dengan air, jerang di atas kompor dengan api kecil hingga setengah matang. Lalu angkat dan tiriskan.
Kemudian olesi dengan sisa bumbu dan panggang di dalam oven sampai ayamnya matang.
Angkat dan ayam panggang madu siap disantap.

Untuk 2 orang

Kamis, 10 September 2009

Manisan KOLANG KALING

Manisan Kolang Kaling
Kali ini Nisrina berbagi resep MANISAN KOLANG KALING yang pada saat Hari Raya Iedul Fithri biasanya banyak dijumpai di rumah keluarga betawi sebagai sajian untuk keluarga atau tamu.
Selamat mencoba

Bahan:
300 gram gula pasir
1 liter air
15 lembar daun jeruk buang tulangnya
3 lembar daun pandan
1/4 sdt pewarna makanan hijau
1000 gram kolang kaling

Cara Membuat:

Rebus gula, air, daun jeruk dan daun pandan hingga mendidih.

Masukkan pewarna makanan, aduk rata.

Masukkan kolang kaling masak hingga empuk. Angkat dan tiriskan.

Sajikan atau simpan di dalam wadah steril dan masukkan ke dalam lemari es.

Untuk 10 porsi.

Rabu, 09 September 2009

Bubur Ayam Betawi

Bahan :
Bubur Ayam :
• 500 gr beras pulen, cuci bersih
• 2 liter air, untuk merebus
• 1 ½ sdt garam

Kuah :
• 2 sdm minyak, untuk menumis
• 2 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
• 2 lembar daun salam
• 2 lembar daun jeruk
• 2 liter air untuk merebus
• 250 gr fillet ayam
• 5 sdm kecap manis
• minyak secukupnya, untuk menggoreng

Haluskan :
• 10 buah bawang merah
• 4 siung bawang putih
• ½ sdm ketumbar, sangrai
• ¼ sdt jinten, sangrai
• 2 cm kunyit, bakar
• 2 sdt garam

Pelengkap :
• Sate ati dan ampela
• Sate usus ayam
• Kacang kedelai goreng
• Bawang goreng
• Emping goreng
• Sambal
• Daun bawang dan daun seledri, iris halus

Cara Membuat :
Bubur Ayam :

• Masukkan beras, air dan garam. Masak dengan menggunakan api kecil sampai beras menjadi bubur yang kental.
• Angkat dan sisihkan.

Kuah :
• Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai, daun salam dan daun jeruk sampai harum. Angkat
• Didihkan air. Masukkan fillet ayam dan bumbu tumis. Masak sampai ayam matang dan bumbu meresap. Angkat. Pisahkan ayam dan kuah. Ukur kaldu sebanyak 1000 ml. Jerangkan kembali diatas api.
• Tambahkan kecap manis. Rebus sampai mendidih.Angkat.
• Panaskan minyak, goreng ayam sampai berwarna kuning kecokelatan. Angkat dan tiriskan. Lalu suwir-suwir

Penyajian :
• Siapkan mangkuk saji, letakkan bubur nasi dan siram dengan kuah.
• Sajikan bersama bahan pelengkap.
Untuk : 8 porsi

Sumber : Wanita Indonesia

Jumat, 21 Agustus 2009

Perbedaan Rafflesia Arnoldi dan Bunga Bangkai

Rafflesia arnoldi dan Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium) merupakan dua jenis tanaman yang berbeda. Meski oleh masyarakat terkadang kedua jenis tanaman ini dianggap sama bahkan saling tertukar. Saya sendiri sempat mendengar seorang guru Sekolah Dasar yang mengatakan di depan murid-muridnya bahwa bunga Bangkai adalah Rafflesia.

Memang Rafflesia dan Bunga Bangkai (Suweg Raksasa) sama-sama memiliki ukuran besar (raksasa) dan mengeluarkan bau yang busuk. Namun antara Raflesia dan Bungan Bangkai (Amorphpophallus titanium) memiliki perbedaan pada klasifikasi biologi, bentuk, warna, cara hidupnya, dan siklus hidupnya.

Rafflesia
Perbedaan Rafflesia Arnoldii dan Bunga Bangkai

Rafflesia adalah genus tumbuhan bunga parasit. Ia ditemukan di hutan hujan Indonesia oleh seorang pemandu dari Indonesia yang bekerja untuk Dr. Joseph Arnold tahun 1818, dan dinamai berdasarkan nama Thomas Stamford Raffles, pemimpin ekspedisi itu. Ia terdiri atas kira-kira 27 spesies (termasuk empat yang belum sepenuhnya diketahui cirinya seperti yang dikenali oleh Meijer 1997), semua spesiesnya ditemukan di Asia Tenggara, di semenanjung Malaya, Kalimantan, Sumatra, dan Filipina. Tumbuhan ini tidak memiliki batang, daun ataupun akar yang sesungguhnya.

Rafflesia merupakan endoparasit pada tumbuhan merambat dari genus Tetrastigma (famili Vitaceae), menyebarkan haustoriumnya yang mirip akar di dalam jaringan tumbuhan merambat itu. Satu-satunya bagian tumbuhan Rafflesia yang dapat dilihat di luar tumbuhan inangnya adalah bunga bermahkota lima. Pada beberapa spesies, seperti Rafflesia arnoldii, diameter bunganya mungkin lebih dari 100 cm, dan beratnya hingga 10 kg. Bahkan spesies terkecil, Rafflesia manillana, bunganya berdiameter 20 cm. Rafflesia yang banyak dikenal masyarakat adalah jenis rafflesia arnoldii. Jenis ini hanya tumbuh di hutan sumatera bagian selatan, terutama Bengkulu.

Ciri utama yang membedakan rafflesia dengan bunga bangkai secara awam adalah bentuknya yang melebar (bukan tinggi) dan berwarna merah. Ketika mekar, bunga ini bisa mencapai diameter sekitar 1 meter dan tinggi 50 cm. Bunga rafflesia tidak memiliki akar, tangkai, maupun daun. Bunganya memiliki 5 mahkota. Di dasar bunga yang berbentuk gentong terdapat benang sari atau putik, tergantung jenis kelamin bunga. keberadaan putik dan benang sari yang tidak dalam satu rumah membuat prosentase pembuahan yang dibantu oleh serangga lalat sangat kecil, karena belum tentu dua bunga berbeda kelamin tumbuh dalam waktu bersamaan di tempat yang berdekatan. Masa pertumbuhan bunga ini memakan waktu sampai 9 bulan, tetapi masa mekarnya hanya 5-7 hari. Setelah itu rafflesia akan layu dan mati.

Sampai saat ini Rafflesia tidak pernah berhasil dikembangbiakkan di luar habitat aslinya kecuali Rafflesia patma yang berhasil hidup da mekar di Kebun Raya Bogor dan apabila akar atau pohon inangnya mati, Raflesia akan ikut mati. Oleh karena itu Raflesia membutuhkan habitat hutan primer untuk dapat bertahan hidup.

Sedikit informasi, selama 200-an tahun tumbuh-tumbuhan dari genus Rafflesiaceae sulit diklasifikasikan karena karakteristik tubuh yang tidak umum. Berdasarkan penelitian DNA oleh para ahli botani di Universitas Harvard baru-baru ini, rafflesia dimasukkan ke dalam family Euphorbiaceae, satu keluarga dengan pohon karet dan singkong. Tapi hal ini masih belum terpublikasi dengan baik.

Beberapa jenis Rafflesia (di Indonesia); Rafflesia arnoldii (endemik di Sumatra Barat, Bengkulu, dan Aceh), R. borneensis (Kalimantan), R. cilliata (Kalimantan Timur), R. horsfilldii (Jawa), R. patma (Nusa Kambangan dan Pangandaran), R. rochussenii (Jawa Barat), dan R. contleyi (Sumatra bagian timur).

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Malpighiales; Famili: Rafflesiaceae; Genus: Rafflesia;

Bunga Bangkai
Perbedaan Rafflesia Arnoldii dan Bunga Bangkai

Selain rafflesia, bunga raksasa lain yang dikenal masyarakat adalah bunga bangkai atau suweg raksasa Titan Arum (Amorphpophallus titanium). Jenis ini hanya endemik tumbuh di kawasan hutan di Sumatera.

Berbeda dengan rafflesia, bunga bangkai titan arum ini berwarna krem pada bagian luar dan pada bagian yang menjulang. Sedangkan mahkotanya berwarna merah ke-ungu-an. Sekilas bentuknya saat mekar terlihat seperti bunga terompet. Bila rafflesia hanya melebar, bunga bangkai tumbuh menjulang tinggi. Ketinggian bunga bangkai jenis amorphophallus titanium ini bisa mencapai sekitar 4 m dengan diameter sekitar 1,5 m.

Bunga bangkai ini termasuk tumbuhan dari suku talas-talasan (araceae). Merupakan tumbuhan dengan bunga majemuk terbesar di dunia. Berbeda dengan rafflesia yang tidak dapat tumbuh di daerah lain, bunga bangkai dapat di budi daya. bila rafflesia parasit pada tumbuhan rambat, bunga bangkai tumbuh di atas umbi sendiri.

Bunga ini mengalami 2 fase dalam hidupnya yang muncul secara bergantian dan terus menerus, yaitu fase vegetatif dan generatif. Pada fase vegetatif, di atas umbi akan muncul batang tunggal dan daun yang sekilas mirip dengan pohon pepaya. Tinggi pohonnya bisa mencapai 6 m. Setelah beberapa tahun, organ generatifnya akan layu kecuali umbinya. Apabila lingkungan mendukung, dan umbinya memenuhi syarat pohon ini akan digantikan dengan tumbuhnya bunga bangkai. Tumbuhnya bunga majemuk yang menggantikan pohon yang layu merupakan fase generatif tanaman ini.

Bunga baru bisa tumbuh bila umbinya memiliki berat minimal 4 kg. Bila cadangan makanan dalam umbi kurang atau belum mencapai berat 4 kg, maka pohon yang layu akan di gantikan oleh pohon baru.

Selain itu, bunga bangkai merupakan tumbuhan berumah satu dan protogini, dimana bunga betina reseptif terlebih dahulu, lalu diikuti masaknya bunga jantan, sebagai mekanisme untuk mencegah penyerbukan sendiri. Bau busuk yang dikeluarkan oleh bunga ini, seperti pada rafflesia, berfungsi untuk menarik kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya. Setelah masa mekarnya (sekitar 7 hari) lewat, bunga bangkai akan layu. Dan akan kembali melewati siklusnya, kembali ke fase vegetatif, dimana akan tumbuh pohon baru di atas umbi bekas bunga bangkai.

Apabila selama masa mekarnya terjadi pembuahan, maka akan terbentuk buah-buah berwarna merah dengan biji pada bagian bekas pangkal bunga. Biji-biji ini bisa ditanam menjadi pohon pada fase vegetatif. Biji-biji inilah yang sekarang dibudidayakan.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Liliopsida; Ordo: Alismatales; Famili: Araceae; Genus: Amorphophallus; Spesies: A. titanum; Nama binomial: Amorphophallus titanum (Becc.) Becc. ex Arcang.

Jumat, 19 Juni 2009

Sate Kerang

Bahan :

300 gram kerang hijau (bisa diganti kerang darah)
1 lembar daun salam
2 lembar daun selada dan 1/2 buah tomat untuk hiasan
1 batang serai dimemarkan
5 lembar daun jeruk purut dibuang tulang daunnya
1/2 sendok gula merah dirajang/diiris kecil
1 sendok teh garam
150 ml air
1 sendok makan air asam jawa ( dibuat dari 1 sendok teh asam dan 2 sendok makan air)
4 sendok makan minyak untuk menumis


Bumbu Halus :
2 buah cabe merah besar
4 buah cabe merah keriting
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 cm Jahe
1/2 sendok teh terasi bakar

Cara Membuat:
Tumis bumbu halus, daun salam, serai, jahe dan daun jeruk purut sampai harum.
Masukkan gula merah dan garam, aduk rata.
Tuang 150 ml air dan 1 sdm air asam jawa, masak sampai mendidih serta masukkan kerang dimasak sampai bumbunya mengental.
Selanjutnya kerang ditusukkan satu persatu sebanyak 3-4 buah/tusukan sate dan diolesi sisa bumbu dan dibakar sampai matang.
Sate kerang siap dihidangkan bersama daun selada dan tomat.


Untuk 25 tusuk